PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah dan mencegah potensi konflik sosial. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang digelar di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Murung Raya, Jumat (4/7).

Rakor ini diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan perusahaan, serta instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Rahmanto menegaskan bahwa menjaga situasi daerah agar tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Ia menekankan perlunya komunikasi yang baik antar instansi dan elemen masyarakat untuk mengantisipasi gejolak sosial sejak dini.

“Sinergi antar sektor sangat penting dalam menjaga ketertiban umum. Penanganan persoalan sosial tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus duduk bersama, berdialog, dan mencari solusi yang tepat,” ujar Rahmanto.

Ia menyoroti adanya dinamika sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk hubungan antara warga dan pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Murung Raya. Menurutnya, persoalan seperti ini berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak ditangani dengan pendekatan persuasif.

“Pemerintah hadir sebagai penengah agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik terbuka. Semua pihak harus mampu menahan diri dan mengedepankan musyawarah sebagai jalan utama,” jelas Rahmanto.

Rahmanto juga menegaskan bahwa suasana aman dan damai adalah modal penting bagi kelancaran pembangunan daerah. Untuk itu, ia meminta seluruh pihak memprioritaskan jalur dialog dalam menyelesaikan persoalan.

“Kondusivitas daerah bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga. Baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak perusahaan harus bersama-sama menjaganya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Murung Raya, Nizam Chandrapati, menyampaikan bahwa forum rapat ini merupakan langkah preventif agar pemerintah dapat mendeteksi potensi konflik sejak dini.

“Penyelesaian melalui musyawarah menjadi prioritas utama. Namun komunikasi juga harus dibangun agar setiap pihak merasa dihargai dan didengar,” kata Nizam.

Ia menambahkan bahwa rakor ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan agar respons penanganan persoalan di masyarakat lebih cepat dan terarah.

Dari hasil pembahasan rakor, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam penyelesaian permasalahan melalui dialog terbuka dan jalur damai. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Murung Raya.

Rahmanto menutup kegiatan dengan mengajak seluruh unsur pemerintah, aparatur desa, tokoh lokal, hingga masyarakat umum untuk selalu mengutamakan persatuan.

“Stabilitas daerah adalah kunci keberhasilan pembangunan. Mari kita jaga bersama agar Murung Raya tetap kondusif, aman, dan menjadi tempat hidup yang nyaman bagi semua,” pungkasnya.