Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., meresmikan beroperasinya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Melayu pada Kamis (11/12). Peresmian ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat dan mulai berjalan secara nasional sejak Januari 2025.

Program MBG, yang digagas dan dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), bertujuan memperluas akses pemenuhan gizi bagi kelompok masyarakat rentan. Melalui penyediaan hidangan bergizi seimbang, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak, serta memperkuat ketahanan sumber daya manusia. Hingga Agustus tahun ini, MBG telah menjangkau lebih dari 20 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, meliputi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa keberadaan Dapur SPPG Kelurahan Melayu tidak hanya dimaksudkan sebagai fasilitas penyediaan makanan sehat, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan penggerak literasi gizi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul merupakan pilar utama dalam mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang maju dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk membangun Kabupaten Barito Utara yang maju dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui dukungan terhadap program pemenuhan gizi yang menyasar kelompok rentan, termasuk para pelajar,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan agar dapur ini dapat berkembang menjadi pusat inovasi dan percontohan layanan gizi seimbang, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas serta menjadi model bagi wilayah lain di Kabupaten Barito Utara.

“Harapan kita bersama adalah agar Dapur SPPG dapat terus berinovasi dalam menyediakan layanan pemenuhan gizi berkualitas sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain,” imbuhnya.

Keberadaan Dapur SPPG ini diharapkan mampu memastikan bahwa siswa mendapatkan makanan yang aman, sehat, dan terukur kandungan gizinya. Pelaksanaannya juga melibatkan unsur tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat setempat, sehingga intervensi gizi dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Selain penyediaan makanan, dapur ini dirancang untuk mendukung kegiatan monitoring kesehatan, edukasi gizi, serta pembinaan perilaku hidup sehat bagi para pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menyukseskan program nasional ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi MBG memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, kader, serta berbagai elemen masyarakat.

“Dengan komitmen dan kerja keras bersama, menyatukan langkah, bergandengan tangan, serta bekerja sama, kita dapat memastikan program ini berjalan optimal dan memberikan hasil terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, H. Andy Sukardi, selaku pengelola Dapur SPPG Melayu Teluk Mayang, menyampaikan bahwa dapur tersebut saat ini melayani total 1.016 siswa dari dua satuan pendidikan, yakni SDN 9 Melayu dengan 231 siswa dan SMAN 4 Muara Teweh dengan 767 siswa. Ia memastikan bahwa operasional dapur dilakukan sesuai standar keamanan pangan dan mengedepankan kualitas menu yang disajikan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati Shalahuddin beserta rombongan melakukan peninjauan langsung ke area dapur untuk memastikan kelancaran operasional, standar kebersihan, dan kesiapan tenaga pelaksana. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan sebagaimana mestinya.