Kuala Kapuas – DPD GMNI Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan pemuda di Kabupaten Kapuas. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD GMNI Kalteng, Maulana, dalam kegiatan Dialog Kepemudaan dan Kebudayaan serta Launching BSO Front Siswa Marhaenis (FSM) GMNI Kapuas di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Rabu (10/12/2025).
Maulana menyebut tantangan pemuda Kapuas semakin kompleks, baik dari aspek pendidikan, kesempatan, hingga pengaruh perubahan zaman.
“Pembinaan harus dimulai dari tingkat pelajar agar regenerasi tidak terputus. Kehadiran BSO-FSM menjadi instrumen untuk membina siswa agar siap menjadi kader GMNI di masa depan,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan strategis turut disorot, di antaranya:
- Jumlah mahasiswa dari Kapuas yang relatif sedikit dan banyak melanjutkan studi di luar daerah, sehingga mempengaruhi keberlanjutan kaderisasi.
- Tantangan arus informasi digital yang cepat, termasuk potensi hoaks dan disinformasi, sehingga literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan.
- Standar pengembangan SDM berdasarkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kalimantan Tengah yang masih berada di posisi rendah dan perlu ditingkatkan.
Maulana menegaskan bahwa data IPP menunjukkan kondisi pemuda Kalteng masih “belum ideal,” sehingga langkah pembinaan sejak jenjang awal menjadi kebutuhan mendesak.
Sebagai respons atas berbagai tantangan tersebut, GMNI Kalteng memaparkan tiga fokus utama strategi pembinaan pemuda, sebagaimana digaungkan DPP GMNI di bawah kepemimpinan M. Risyad Fahlefi dan Patra Dewa:
- Bina Diri – Penguatan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial sejak tingkat pelajar.
- Bina Ilmu – Pembukaan akses pendidikan, literasi digital, serta pelatihan keterampilan agar pemuda mampu bersaing di era modern.
- Bina Bangsa – Mendorong generasi muda memahami isu kebangsaan dan mampu memecahkan persoalan bangsa secara komprehensif.
GMNI berharap ketiga pilar tersebut dapat membentuk pemuda Kapuas yang kritis, inovatif, dan berintegritas, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
DPD GMNI Kalteng juga menyerukan beberapa hal kepada pemerintah daerah dan masyarakat, yakni:
- Pemerintah Kabupaten Kapuas diharapkan mendukung program pembinaan pemuda secara menyeluruh melalui fasilitas pendidikan, ruang diskusi, dan akses informasi yang sehat.
- Pemerintah dan masyarakat agar membuka ruang partisipasi nyata bagi pemuda dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi.
- Semua pihak—organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah—untuk bersinergi memperkuat literasi digital guna mencegah pemuda menjadi korban hoaks dan disinformasi.

Tinggalkan Balasan