MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama masyarakat melaksanakan gerakan penanaman 100 pohon di kawasan Dam Trahayan, Kecamatan Teweh Selatan, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, membacakan sambutan Bupati yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam. Ia menilai keberadaan pohon merupakan bagian penting dalam upaya menghadapi ancaman perubahan iklim, kerusakan hutan, dan menurunnya sumber daya alam.

“Pohon adalah masa depan dunia. Kita perlu memastikan kelestarian lingkungan dengan menjaga pepohonan yang ada dan menghindari tindakan yang dapat merusak alam,” ujarnya, Jum’at (5/12)

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. “Mari bersama menjaga dan merawat apa yang telah diberikan alam kepada kita.”

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara, Drg. Dwi Agus Setijowati, menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan langkah nyata dalam mitigasi kerusakan lingkungan. Ia menyebut banjir tahunan di beberapa wilayah Barito Utara salah satunya dipicu oleh penebangan liar.

“Kita harus bekerja sama menjaga keseimbangan alam. Penanaman pohon ini bagian dari komitmen bersama untuk mengurangi risiko bencana dan merawat lingkungan,” katanya.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi Ketapang Kencana, Tanjung, dan Ucuk Merah. Penanaman dilakukan secara serentak oleh peserta kegiatan.

Motto “Barito Utara Hijau, Bumi Lestari” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut, menggambarkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.


Jika ingin dibuatkan versi lebih pendek, lebih formal, atau versi untuk siaran pers, saya siap membantu.