Palangka Raya – Upaya pencegahan bullying di tingkat sekolah dasar terus digencarkan. Pada 2 Oktober 2025, SDN 8 Palangkaraya bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat dari mahasiswa Sosiologi Universitas Palangka Raya melaksanakan kegiatan sosialisasi sebagai pemenuhan dari mata kuliah sosiologi terapan team 8 dengan judul kegiatan yang dilaksanakan adalah “Sosialisasi Pendidikan Karakter Anti-Bullying Berbasis Video Animasi sebagai bagian dari mata kuliah sosiologi terapan” yang melibatkan guru serta seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah siswa sebanyak 130.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Media video animasi dipilih karena dinilai mampu menarik perhatian siswa dan menyampaikan pesan moral dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Pada kesempatan tersebut, siswa tampak antusias mengikuti sesi pemutaran video animasi, diskusi, hingga permainan edukatif. Kepala sekolah SDN 8 Palangkaraya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Anak-anak sekarang lebih paham bahwa bullying itu bukan sekadar bercanda. Setelah sosialisasi ini, kami melihat perubahan sikap mereka, terutama dalam cara berkomunikasi dan menghargai teman,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu guru kelas, mengungkapkan bahwa media animasi sangat membantu proses pembelajaran karakter.
“Kami biasanya menjelaskan bullying lewat cerita atau ceramah, tapi dengan video animasi anak-anak jadi jauh lebih fokus dan mudah memahami. Mereka bahkan bisa menjelaskan kembali isi videonya dengan bahasa mereka sendiri,” tuturnya.
Dari sisi siswa, kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan mereka mengenai dampak bullying.
Seorang siswa kelas 6, mengaku baru menyadari bahwa tindakan mengejek atau mengucilkan teman juga termasuk bullying.
“Dulu saya pikir bullying itu cuma berkelahi. Setelah nonton videonya, saya jadi tahu kalau mengejek juga bisa bikin orang sedih. Jadi sekarang saya coba lebih baik ke teman,” katanya.
Sosialisasi ini tidak hanya memberi pemahaman baru bagi siswa, tetapi juga memperkuat peran guru dalam menindaklanjuti pembelajaran karakter di kelas. Tim pengabdian masyarakat juga menyerahkan video animasi kepada pihak sekolah untuk digunakan sebagai bahan ajar berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, pihak sekolah berharap budaya saling menghargai dapat semakin mengakar kuat di lingkungan SDN 8 Palangkaraya.
“Kami ingin sekolah ini menjadi ruang aman bagi semua siswa. Kegiatan seperti ini sangat membantu mewujudkan itu,” tutup Kepala Sekolah.

Tinggalkan Balasan