MUARA TEWEH – Dalam momentum peringatan Hari Guru, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan apresiasi dan penghormatan mendalam kepada seluruh guru di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengabdian guru merupakan fondasi lahirnya para pemimpin bangsa, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurut Tajeri, peran guru sangat mulia karena tetap menjalankan tugas mencerdaskan generasi penerus meski dihadapkan pada berbagai tantangan dan keterbatasan. Sebagai wakil rakyat, ia menyatakan berkewajiban memperjuangkan nasib masyarakat, termasuk para pendidik.
Tajeri memberikan perhatian khusus pada kondisi guru yang bertugas di pedalaman dan desa terpencil. Ia menyoroti sejumlah persoalan mendesak seperti minimnya rumah dinas, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta sulitnya akses transportasi.
“Rumah dinas guru, sarana prasarana, hingga transportasi, khususnya bagi yang bertugas di pedalaman, sangat perlu diperhatikan,” tegasnya, Rabu (26/11).
Selain itu, Tajeri menyinggung soal honorarium yang masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan layak para pendidik. Meski demikian, para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
“Honor yang tidak memadai, tetapi para guru tetap rela mengabdi mendidik anak bangsa,” ujarnya.
Hambatan komunikasi juga menjadi persoalan, terutama bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki jaringan internet. Ia menyampaikan aspirasi guru yang berharap pemerintah menghadirkan dukungan teknologi seperti perangkat internet berbasis satelit.
“Sekolah di desa yang tidak ada jaringan komunikasi meminta agar dibantu fasilitas internet seperti Starlink dan sejenisnya,” katanya.
Tajeri menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan guru adalah tanggung jawab bersama. Ia berharap berbagai keluhan dapat segera diatasi agar guru bisa bekerja lebih nyaman dan fokus dalam memberikan pendidikan terbaik.
“Kita semua, dari presiden hingga perangkat desa, tidak akan seperti sekarang tanpa didikan para guru,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Tajeri mendoakan seluruh guru di Indonesia dan berharap setiap ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah. Ia optimistis, dengan terpenuhinya hak-hak guru, pendidikan nasional akan semakin maju dan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih jaya.

Tinggalkan Balasan